Sunday, April 17, 2016



Sejarah Candi Prambanan

Ada yang belum tahu tentang Candi Prambanan? tentu saja semua tahu. Ya memang hampir semua orang Indonesia sudah pernah tahu tentang Candi Prambanan atau minimal sudah pernah mendengar dan melihat melalui televisi ataupun media lainnya.

Candi Prambanan adalah sebuah candi Hindu yang berada di perbatasan diantara 2 propinsi yaitu Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Letak Candi Prambanan tepatnya berada kurang lebih 30 kilometer di sebelah timur laut kota Yogyakarta. Candi yang berada paling dekat dengan Candi Prambanan ada beberapa yaitu Candi Kalasan, Candi Pawon, Candi Plaosan, Candi Keraton Ratu Boko, dan masih banyak lagi, yang letaknya hanya berada beberapa kilometer saja dari Prambanan.

Candi Prambanan adalah candi peninggalan Hindu yang terbesar di Indonesia, dan bahkan diyakini di Asia Tenggara dengan ketinggian mencapai 47 meter. Candi yang oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai cagar budaya ini dibangun pada abad ke-9, dan dipersembahkan untuk tiga dewa besar agama Hindu yaitu Dewa Brahma sebagai dewa pencipta, Dewa Wishnu sebagai dewa pemelihara, dan Dewa Syiwa sebagai dewa penghancur.


Sejarah Candi Prambanan, Latar Belakang Pembangunan

Setelah kurang lebih satu abad lamanya tanah Jawa dikuasai oleh Dinasti Syailendra yang beragama Buddha, akhirnya kekuasaan mereka secara perlahan pudar setelah mengalami beberapa kekalahan besar. Dan sejarah Candi Prambanan pun dimulai pada saat itu. Dinasti Sanjaya yang beragama Hindu secara perlahan dan pasti mulai kembali menguasai wilayah Jawa.

Dan untuk menyaingi Candi Borobudur yang merupakan candi Buddha terbesar yang berada di Jawa yang pernah dibangun oleh Dinasti Syailendra, maka kemudian Dinasti Sanjaya membangun sebuah Candi Hindu yang juga tidak kalah megahnya.

Sejarah Candi Prambanan dimulai pada sekitar tahun 850 Masehi. Candi Prambanan pertama kali dibangun oleh Rakai Pikatan yang merupakan penguasa Dinasti Syailendra pada masa itu. Setelah Rakai Pikatan, sejarah Candi Prambanan berlanjut dengan pembangunan besar-besaran yang dilakukan oleh Raja Lokapala dan dilanjutkan lagi oleh Balitung Maha Sambu yang merupakan penguasa Kerajaan Mataram dari Dinasti Sanjaya. Kemudian pembangunan candi kemudian masih terus dilanjutkan oleh Raja Daksa and Tulodong dengan membangun Candi Perwara yaitu candi-candi kecil yang jumlahnya sangat banyak bahkan mencapai ratusan.


Sejarah Candi Prambanan, Prasasti Shivagrha

Ada sebuah prasasti yang telah ditemukan dan berangka tahun 856 Masehi yaitu Prasasti Shivagrha. Dan berdasarkan Prasasti Shivagrha tersebut, dikatakan bahwa Candi Prambanan dibangun untuk menghormati Dewa Syiwa yang merupakan dewa terbesar Hindu. Dan berdasarkan prasasti itu pula, disebutkan bahwa candi ini pertama kali dinamakan sebagai Shiva-grha yang berarti Rumah Syiwa dan juga disebut juga Shiva-laya yang artinya Kerajaan Syiwa.

Sejarah Candi Prambanan juga tidak lepas dari Prasasti Shivagrha juga menyebutkan tentang berlangsungnya sebuah proyek besar yang juga berlangsung secara bersamaan dengan pembangunan Candi Prambanan. Proyek besar yang terjadi di bagian luar sekitar komplek percandian ini adalah proyek Sungai Opak. Sungai Opak adalah sebuah sungai besar yang mengalir di sebelah utara Candi Prambanan.

Disebutkan bahwa Sungai opak yang pada awalnya mengalir dari utara komplek candi menuju arah timur, kemudian dibelokkan alirannya hingga mendekati Candi. Pemotongan aliran sungai Opak ini dilakukan dengan cara memotong aliran airnya di bagian utara dan dibelokkan langsung menuju selatan persis melewati sebelah timur Candi Prambanan.


Sejarah Candi Prambanan, Pusat Pemerintahan

Berdasarkan sejarah Candi Prambanan yang didapatkan dari beberapa bukti sejarah, diyakini Candi Prambanan ini merupakan candi yang digunakan untuk acara pemujaan dan berbagai acara keagamaan lainnya. Diyakini juga di sekitar Candi Prambanan juga terdapat beberapa komplek bangunan yang merupakan semacam kuil atau tempat ti

No comments:

Post a Comment